Ketentuanketentuan dalam rangkaian seri dan paralel akan berlaku untuk menyelesaikan perhitungan pada rangkaian campuran ini. Sobatbee bisa lihat pemaparannya di atas. Hambatan pada titik RAC terdiri dari R1 yang terhubung secara seri dengan RBC. RAC ( R total ) = R1+RBC. RAC (R total ) = 100 +120 = 220 Ohm.
You are here Home / Lain-lain / Yuk Belajar Pengertian Rangkaian Hambatan Paralel!Pengertian rangkaian hambatan paralel – Hai sobat, jumpa lagi dengan rumushitung, pada kesempatan yang lalu, kita telah belajar Pengertian Rangkaian Hambatan Seri!. Berbicara mengenai Hambatan listrik atau yang dikenal dengan resistor, biasanya dirangkai antara yang satu dengan yang lainnya untuk memperoleh sebuah nilai hambatan tertentu. Hambatan atau resistor, bisa dirangkai dengan 3 macam cara, yakni seri, paralel dan campuran. Namun pada pembahasan kali ini, kita akan sama – sama belajar dan mengulas tentang pengertian rangkaian hambatan listrik paralel. adapun untuk rangkaian hambatan campuran akan kami bahas pada kesempatan yang akan datang. Sudahkah sobat tahu mengenai apa itu rangkaian hambatan paralel itu? jika belum, ada baiknya sobat simak dan ikuti pembahasan kali ini sampai selesai, selain membahas tentang definisi rangkaian hambatan paralel, kita juga akan belajar rumus rangkaian hambatan paralel, fungsi rangkaian hambatan paralel dan juga contoh soal rangkaian hambatan paralel lengkap dengan pembahasannya. Yuk simak materinya.. Contents1 Pengertian Rangkaian Hambatan Paralel2 Rumus Rangkaian Hambatan Paralel3 Fungsi Rangkaian Hambatan Paralel4 Contoh Soal Rangkaian Hambatan Paralel Rangkaian hambatan paralel adalah rangkaian hambatan atau resistor yang disusun secara sejajar atau berdampingan, sehingga memiliki dua ujung yang sama. Ketika hambatan yang disusun secara paralel dihubungkan dengan sumber tegangan, maka tegangan pada ujung-ujung hambatan adalah sama. Hal tersebut telah sesuai dengan hukum kirchoff 1, yang menyatakan bahwa kuat arus yang mengalir pada tiap-tiap hambatan akan sama kuatnya dengan arus yang mengalir pada penghantar utama. Berikut ini adalah gambar rangkaian hambatan paralel; Rumus Rangkaian Hambatan Paralel Pada rangkaian paralel berlaku rumus serta ketentuan berikut ini; 1. Hambatan pengganti pada rangkaian paralel dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut; 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … + + 1/Rn Rumus tersebut bisa disederhanakan sehingga bisa didapatkan rumus alternatif yang lebih sederhana berikut ini… Jika pada rangkaian paralel hanya ada 2 buah hambatan yakni R1 dan R2 maka total hambatan penggantinya bisa dihitung menggunakan rumus berikut ini.. Rp = R1 . R2 / R1+R2 Jika pada rangkaian dijumpai n hambatan dengan nilai hambatan yang besarnya sama, maka total hambatan penggantinya yakni .. Rp = R/n 2. Besarnya kuat arus yang lewat melalui hambatan pengganti adalah sama dengan jumlah keseluruhan kuat arus pada tiap hambatannya Ip = I1 + I2 + I3 + I4 + … + In 3. Besarnya tegangan pada tiap hambatan adalah sama. Nilai tersebut juga sama dengan tegangan pada hambatan penggantinya. Vp = V1 = V2 = V3 = … V4 = 4. Kuat arus yang lewat melalui tiap-tiap hambatan akan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan tersebut. yang dirumuskan… I1 I2 I3 … In = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … +1/Rn Fungsi Rangkaian Hambatan Paralel Fungsi dari rangkaian hambatan paralel yaitu untuk memperkecil hambatan, sebab hambatan penggantinya nilainya pasti akan lebih kecil dibandingkan nilai dari tiap hambatan. Selain itu rangkaian hambatan paralel juga sangat bermanfaat, yakni berfungsi sebagai pembagi arus. Baca Juga Listrik Dinamis Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Contoh Soal Rangkaian Hambatan Paralel Untuk lebih memahami tentang rangkaian hambatan paralel, yuk simak contoh soal dan pembahasannya berikut.. Dari gambar diatas, hitunglah besarnya RAB = …? VAB = …? I1, I2 dan I3 = …? Jawaban Dari gambar diatas, besarnya Ip = 12 Ampere dan R1 = 2 Ohm. 1/RAB = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 = 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6 Jadi, RAB = 1 Ohm VAB = Ip x RAB = 12 x 1 = 12 Volt Hambatan dirangkai secara paralel secara seri, sehingga beda potensial pada tiap titiknya akan sama VAB = V1 = V2 = V3 Sehingga V1 = I1 . R1 12 = I1 . 2 I1 = 6 Ampere V2 = 12 . R2 12 = I2 . 3 I2 = 4 Ampere V3 = I3. R3 12 = I3 . 6 I3 = 2 Ampere Demikianlah sobat, sedikit materi yang sama-sama kita bahas mengenai pengertian rangkaian hambatan paralel, Semoga pembahasan kali bisa bermanfaat, dan sampai jumpa kembali pada kesempatan yang lainnya..
Bedapotensial (tegangan): V = 12 volt; Menghitung hambatan total pengganti: Menghitung besar kuat arus listrik pada rangkaian: I = V / R I = 12 / 0,012 = 1 A = 1.000 mA. Jadi, besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian listrik sederhana pada soal sebesar 1.000 mA. Diketahui R2 dan R3 terhubung secara paralel terhadap tegangan sumber
Unduh PDF Unduh PDF Perlu tahu cara menghitung hambatan rangkaian seri, paralel, dan kombinasi seri dan paralel? Jika kamu tidak ingin membakar papan rangkaianmu, kamu harus tahu! Artikel ini akan menunjukkan caranya padamu hanya dalam beberapa langkah yang mudah. Sebelum membacanya, pahami bahwa hambatan tidak benar-benar memiliki masukan dan keluaran. Penggunaan kata masukan dan keluaran hanyalah kiasan untuk membantu pemula memahami konsep rangkaian. 1 Apa itu? Hambatan seri hanyalah menghubungkan bagian keluaran salah satu resistor dengan bagian masukan resistor lain dalam sebuah rangkaian. Setiap resistor tambahan yang ditambahkan di dalam rangkaian dijumlahkan dengan hambatan total rangkaian itu. Rumus menghitung total hambatan resistor n yang ada di dalam rangkaian seri adalah Rtot = R1 + R2 + .... Rn Jadi, semua resistor seri hanya dijumlahkan. Misalnya, carilah hambatan total dari gambar di bawah Dalam contoh ini, R1 = 100 Ω dan R2 = 300Ω dirangkai seri. Rtot = 100 Ω + 300 Ω = 400 Ω Iklan 1 Apa itu? Hambatan paralel adalah saat bagian masukan dua resistor atau lebih dihubungkan, dan bagian keluaran resistor itu dihubungkan. Rumus untuk merangkai resistor n secara paralel adalahRtot = 1/{1/R1+1/R2+1/R3..+1/Rn} Berikut adalah sebuah contoh. Diketahui R1 = 20 Ω, R2 = 30 Ω, dan R3 = 30 Ω. Total hambatan untuk 3 resistor yang disusun paralel adalah Req = 1/{1/20+1/30+1/30} = 1/{3/60+2/60+2/60} = 1/7/60=60/7 Ω = sekitar 8,57 Ω. 1 Apa itu. Rangkaian kombinasi adalah kombinasi rangkaian seri dan paralel apapun yang dirangkai dalam satu rangkaian. Cobalah mencari hambatan total dari rangkaian berikut. Kita melihat resistor R1 dan R2 dihubungkan secara seri. Jadi, hambatan totalnya kita namakan Rs adalah Rs = R1 + R2 = 100 Ω + 300 Ω = 400 Ω. Selanjutnya, kita melihat resistor R3 dan R4 dihubungkan secara paralel. Jadi, hambatan totalnya kita namakan Rp1 adalah Rp1 = 1/{1/20+1/20} = 1/2/20= 20/2 = 10 Ω Kemudian, kita melihat bahwa resistor R5 dan R6 juga dihubungkan secara paralel. Jadi, hambatan totalnya kita namakan Rp2 adalah Rp2 = 1/{1/40+1/10} = 1/5/40 = 40/5 = 8 Ω Jadi sekarang kita memiliki rangkaian dengan resistor Rs, Rp1, Rp2 dan R7 yang dihubungkan secara seri. Hambatan ini dapat dijumlahkan untuk mendapatkan hambatan total Rtot dari rangkaian awal yang diberikan pada kita. Rtot = 400 Ω + 20Ω + 8 Ω = 428 Ω. Iklan Beberapa Fakta Pahami tentang hambatan. Setiap bahan yang dapat menghasilkan arus listrik memiliki resistivitas, yang merupakan hambatan sebuah bahan terhadap arus listrik. Hambatan diukur dalam satuan ohm. Simbol yang digunakan untuk ohm adalah Ω. Bahan yang berbeda memiliki sifat hambatan yang berbeda. Misalnya, tembaga, memiliki resistivitas 0,0000017Ω/cm3 Keramik memiliki resistivitas sekitar 1014Ω/cm3 Semakin besar angkanya, semakin besar hambatan arus listriknya. Seperti yang kamu lihat, tembaga yang biasanya digunakan dalam rangkaian listrik, memiliki resistivitas rendah. Sedangkan, keramik, sangat resistif sehingga dapat menjadi isolator yang baik. Caramu merangkai beberapa resistor akan memberikan perbedaan yang besar untuk performa keseluruhan rangkaian listrik. V=IR. Ini adalah hukum Ohm, yang didefinisikan oleh Georg Ohm pada awal tahun 1800an. Jika kamu mengetahui dua variabel persamaan ini, kamu bisa dengan mudah menghitung variabel yang ketiga. V=IR Tegangan V adalah hasil perkalian dari arus I * hambatan R. I=V/R Arus adalah hasil pembagian dari tegangan V à hambatan R. R=V/I Hambatan adalah hasil pembagian dari tegangan V à arus I. Ingatlah bahwa saat resistor disusun paralel, ada banyak jalan menuju ujung rangkaian, sehingga hambatan totalnya akan lebih kecil dari masing-masing jalan. Saat resistor dirangkai seri, arus akan mengalir melalui setiap resistor, sehingga masing-masing resistor dijumlahkan untuk mencari hambatan total secara seri. Hambatan total Rtot selalu lebih kecil dari hambatan terkecil dari sebuah rangkaian paralel; hambatan total selalu lebih besar dari hambatan terbesar sebuah rangkaian seri. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
36 Contoh Soal Rangkaian Hambatan Seri Dan Paralel Images. Secara umum, karakteristik dan hukum yang berlaku pada rangkaian contoh 1: Rangkaian campuran merupakan gabungan dari rangkaian seri dan paralel. Rangkaian Seri Dan Paralel Fisika Kelas 12 Quipper Blog from dua tipe rangkaian yaitu: Rangkuman, contoh soal listrik
Ilustrasi Fungsi Resistor. Sumber PixabayFungsi resistor mempunyai banyak kegunaan bagi rangkaian elektronika. Terlebih karena resistor merupakan komponen dasar yang digunakan untuk membatasi arus. Tak heran jika hampir setiap peralatan elektronika menggunakan sendiri juga dikenal sebagai hambatan atau tekanan dalam bahasa Indonesia. Orang-orang yang bekerja di bidang elektronika kerap menyingkat penyebutan resistor dengan huruf “R”. Adapun satuan hambatan atau resistansi resistor disebut dengan “OHM”.Fungsi Resistor dan KlasifikasinyaIlustrasi Fungsi Resistor. Sumber PixabaySebelum mengenal lebih jauh fungsi resistor dan klasifikasinya pada rangkaian elektronika, sebaiknya ketahui lebih dulu mengenai pengertian resistor. Dikutip dari buku Buku Ajar Teori Dasar Listrik dan Elektronika karya Muhammad Naim, 202259, resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentuPada dasarnya, fungsi utama resistor adalah untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Namun, beberapa fungsi resistor lainnya yang tidak kalah penting diantaranya sebagai pembatas arus listrik, pengatur arus listrik, pembagi tegangan listrik, serta penurun tegangan Naim, 202259-62 mengklasifikasikan resistor menjadi 4 bagian. Berikut ulasan Fixed ResistorMerupakan jenis resistor yang memiliki nilai resistansinya tetap. Nilai resistansi atau hambatan resistor ini biasanya ditandai dengan kode warna ataupun kode Variable ResistorMerupakan jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah dan diatur sesuai keinginan. Umumnya variable resistor terbagi menjadi 3 bentuk, yakni potensiometer, rheostat, dan ThermistorMerupakan jenis resistor yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh suhu. Thermistor terbagi ke dalam dua jenis, yakni Thermistor NTC Negative Temperature Coefficient dan Thermistor PTC Positive Temperature Coefficient. Untuk menambah wawasan, thermistor merupakan singkatan dari Thermal Light Dependent Resistor LDRKerap kali disingkat sebagai LDR, jenis resistor ini memiliki nilai hambatan atau nilai resistansinya yang tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai hambatan LDR akan menurun saat cahaya terang. Sebaliknya, nilai hambatannya akan menjadi tinggi jika kondisi penjelasan tersebut, terlihat bahwa LDR berfungsi untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya serta menghambat arus listrik dalam kondisi gelap. Naik turunnya nilai hambatan ini akan sama dengan jumlah cahaya yang penjelasan mengenai fungsi resistor dan klasifikasinya pada rangkaian elektronika. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan seputar bidang elektronika. YAS
RangkaianParalel Rangkaian paralel adalah rangkaian beberapa hambatan dimana dua pasang ujung semua hambatan masing-masing saling terhubung pada titik yang sama. Sususan lampu yang disusun paralel tersebut dapat digambarkan dalam bentuk rangkaiannya seperti gambar di bawah ini : Dari rangkaian paralel di atas, maka berlaku beberapa persamaan
Rangkaian Paralel – Mata pelajaran fisika mengajarkan kita alasan terjadinya suatu fenomena keseharian yang bisa saja membuat seseorang penasaran akan hal itu. Dapat dikatakan tidak ada kejadian atau peristiwa yang tidak bisa dijelaskan oleh cabang ilmu pengetahuan alam ini. Grameds bisa menanyakan sejumlah hal mengenai fenomena di sekitar kalian, dan bisa dipastikan fenomena tersebut dapat dijelaskan menggunakan teori fisika. Mulai dari adanya pelangi, mengapa air bisa mendidih, hingga alasan di balik berfungsinya suatu benda elektronik. Tentu kalian pasti sudah mengetahui alasan utama kenapa sebuah benda elektronik bisa bekerja, yakni karena adanya listrik. Meskipun demikian, listrik sendiri tidak bisa bekerja sendirian, dan memerlukan adanya sebuah komponen yang bisa menyalurkan energinya. Salah satu komponen tersebut adalah sebuah rangkaian. Dan dalam artikel ini, kita akan mempelajari salah satu bentuk rangkaian dibalik berfungsinya sejumlah benda elektronik di sekitar kita, yaitu rangkaian paralel. Grameds akan mempelajari definisi, sejumlah rumus, dan benda-benda apa saja yang menerapkan rangkaian paralel agar bisa bekerja dengan baik. Jadi, simak artikel ini sampai habis, ya Grameds. Pengertian Rangkaian ParalelRumus Rangkaian Paralel1. Arus2. Tegangan3. Hambatan atau Resistor4. Induktor5. KapasitorContoh Benda yang Menggunakan Rangkaian Paralel1. Lampu LED2. Lampu Lalu Lintas3. Alarm KebakaranTokoh Fisikawan Terkenal Lainnya1. Galileo Galilei2. Isaac Newton3. Albert Einstein Rangkaian paralel merupakan salah satu dari dua jenis rangkaian listrik yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik pada suatu benda elektronik. Rangkaian lain yang juga memiliki fungsi sama dengan rangkaian paralel dinamakan sebagai rangkaian seri. Meskipun memiliki fungsi yang sama, pengaplikasian kedua rangkaian ini berbeda satu sama lain. Rangkaian paralel yang di dalamnya memiliki sejumlah rangkaian, dapat dikatakan lebih rumit bila dibandingkan dengan rangkaian seri yang hanya terdiri dari satu rangkaian. Pada artikel ini, Grameds hanya akan difokuskan untuk memahami dasar-dasar dari rangkaian paralel secara sederhana, tetapi tetap menyeluruh. Sementara, pembahasan mengenai rangkaian seri akan dijelaskan dalam artikel lain. Kembali ke rangkaian paralel, komponen yang terhubung dalam rangkaian ini terhubung sepanjang beberapa jalur dan setiap komponen memiliki tegangan yang sama dengan tegangan di seluruh jaringan. Arus listrik yang melalui jaringan juga sama dengan jumlah arus yang melalui setiap komponen. Namun, jika dua atau lebih komponen dihubungkan secara paralel, mereka memiliki perbedaan potensial tegangan yang sama di ujungnya. Adanya perbedaan yang berpotensi terjadi di seluruh komponen bisa dikatakan sama besarnya, sehingga perbedaan ini juga terbilang identik. Selain itu, jumlah tegangan yang sama akan diterapkan ke semua komponen di dalam rangkaian paralel. Sementara arus total yang terdapat pada rangkaian paralel merupakan jumlah arus yang melalui masing-masing komponen. Rangkaian paralel serta rangkaian seri merupakan salah satu topik yang akan selalu ditemukan pada mata pelajaran fisika, terlebih di sekolah menengah. Kalian pastinya akan mempelajari topik ini lebih mendalam dibandingkan ketika masih di sekolah dasar. Buku “Smart Book Fisika SMP/MTs Kelas VII, VIII, IX” dapat membantu kalian yang duduk di bangku sekolah menengah jika kesulitan tidak hanya mengenai topik rangkaian, tetapi juga dalam pelajaran fisika secara umum. Rumus Rangkaian Paralel Tentunya, hampir setiap topik pembahasan pada fisika memerlukan perhitungan agar bisa mengetahui angka pasti mengenai suatu hal. Tak terkecuali, hal ini juga berlaku untuk perhitungan rangkaian listrik, baik itu rangkaian paralel dan juga rangkaian seri. Tadi sempat disinggung bahwa rangkaian paralel sedikit lebih rumit dibandingkan dengan rangkaian seri, karena banyaknya komponen di dalamnya. Meskipun begitu, Grameds tidak perlu khawatir untuk mempelajari rumus-rumus dari rangkaian paralel ini, karena jika kalian sudah terbiasa, maka kalian akan semakin lancar dalam memahami rumus-rumus ini. Tidak hanya itu, kalian juga akan mempelajari sedikit penjelasan mengenai sejumlah sosok yang berjasa di bidang listrik, sehingga namanya diabadikan menjadi satuan unit dari beberapa komponen rangkaian listrik. Simak penjelasan di bawah ini. 1. Arus Arus pada rangkaian listrik memiliki simbol “I”, serta memiliki satuan unit “ampere”. Satuan unit ini diambil dari ilmuwan asal Perancis bernama André-Marie Amperé, yang berperan besar dalam mengembangkan teori di bidang elektrodinamika. Rumus mengenai arus sendiri sebenarnya berasal dari Teori Ohm, yang nanti juga akan disinggung ketika mempelajari rumus hambatan. Pada dasarnya, rumus untuk menghitung arus pada rangkaian paralel dapat ditulis sebagai berikut ITotal = I1 + I2 + I3 + …..…. In = V 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ……… 1/Rn 2. Tegangan Tegangan pada rangkaian listrik memiliki simbol “V”, serta memiliki satuan unit “volt”. Satuan unit ini diambil dari ilmuwan asal Italia bernama Alessandro Volta, yang semasa hidupnya berhasil menemukan berbagai hal mengenai bidang listrik, salah satunya adalah teori mengenai tegangan listrik. Rumus mengenai tegangan sendiri pada dasarnya tidak begitu sulit untuk dipahami, karena jumlah tegangan pada rangkaian paralel akan sama pada tiap komponennya. Pada dasarnya, rumus untuk menghitung tegangan pada rangkaian paralel dapat ditulis sebagai berikut V = V1 = V2 = V3 = V4 = ……… Vn 3. Hambatan atau Resistor Hambatan atau resistor pada rangkaian listrik memiliki simbol “R”, serta memiliki satuan unit “ohm”. Satuan unit ini diambil dari ilmuwan asal Jerman bernama Georg Ohm, yang juga merupakan pencipta dari teori mengenai hambatan atau resistor ini. Rumus mengenai hambatan atau resistor sendiri pada dasarnya dicari dengan cara menambahkan kebalikan dari angka resistor dari setiap komponen dan ambil kebalikan dari jumlah tersebut, sehingga totalnya akan selalu lebih kecil dari nilai resistor. Pada dasarnya, rumus untuk menghitung hambatan atau resistor pada rangkaian paralel dapat ditulis sebagai berikut 1/RTotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4 ……… 1/Rn Hambatan atau resistor sendiri cukup berkaitan dengan arus, sehingga terkadang kita juga perlu mencari arus listrik berdasarkan informasi yang kita temukan dari jumlah tegangan serta hambatan atau resistor. Untuk ini, kita akan kembali menggunakan Teori Ohm, yaitu I = V/R Selain itu, terdapat juga yang namanya konduktansi listrik ketika sedang menghitung hambatan atau resistor. Konduktansi listrik yaitu peristiwa di mana arus listrik mengalir melalui bahan seperti logam dan non-logam. Konduktansi listrik memiliki simbol “G” dan memiliki satuan unit “siemens”. Konduktansi listrik memiliki hubungan yang saling melengkapi dengan hambatan atau resistor pada rangkaian paralel, sehingga bisa ditemukan dalam beberapa kasus. Pada dasarnya, rumus untuk menghitung konduktansi listrik pada rangkaian paralel dapat ditulis sebagai berikut Gtotal = G1 + G2 + G3 + G4 + …..…. Gn 4. Induktor Induktor pada rangkaian listrik memiliki simbol “L”, serta memiliki satuan unit “henry”. Satuan unit ini diambil dari ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Joseph Henry, yang pada masanya berhasil menemukan teori elektromagnetik untuk diaplikasikan ke berbagai macam peralatan. Rumus mengenai induktor sendiri pada dasarnya dapat dicari menggunakan prinsip total induktor sama dengan kebalikan dari jumlah kebalikan dari induktansi masing-masing. Pada dasarnya, rumus untuk menghitung induktor pada rangkaian paralel dapat ditulis sebagai berikut 1/LTotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 + 1/L4 ……… 1/Ln Namun, jika induktor terletak di sekitar medan magnet masing-masing, rumus ini tidak bisa dipakai karena adanya timbal balik di tiap induktansi. Medan magnet yang dihasilkan dari timbal balik antara induktansi ini biasanya diberi simbol menggunakan huruf “M”. Simbol “M” bergantung terhadap bagaimana medan magnet dalam induktor saling mempengaruhi. Keberadaan simbol “M” dalam perhitungan induktor ini bisa dikatakan cukup rumit untuk dipahami, sehingga tidak akan dibahas lebih lanjut pada artikel ini. 5. Kapasitor Kapasitor pada rangkaian listrik memiliki simbol “C”, serta memiliki satuan unit “farad”. Satuan unit ini diambil dari ilmuwan asal Inggris bernama Michael Faraday, sosok yang berjasa dalam menemukan sejumlah teori dan benda, khususnya di bidang elektromagnetik dan elektrokimia. Rumus kapasitor sendiri pada dasarnya serupa dengan mencari tegangan, yakni menjumlahkan angka yang terdapat di tiap komponen kapasitor dalam rangkaian listrik. Pada dasarnya, rumus untuk menghitung kapasitor pada rangkaian paralel dapat ditulis sebagai berikut Ctotal = C1 + C2 + C3 + C4 + …..…. Cn Mempelajari fisika berarti sudah siap berkutat dengan rumus-rumus berbeda di tiap topiknya. Namun, jika Grameds ingin berusaha mempelajari rumus-rumus ini secara perlahan, bukan tidak mungkin kalian akan menguasai berbagai macam rumus fisika kedepannya. Jika kalian masih di bangku SMA dan ingin mencoba menghafal dan mempelajari rumus-rumus, kalian bisa coba baca buku “SMA Kumpulan Rumus Lengkap Fisika SC”. Contoh Benda yang Menggunakan Rangkaian Paralel Dalam kehidupan kita sehari-hari, ada beberapa benda yang menggunakan rangkaian listrik paralel, diantaranya 1. Lampu LED Light-Emitting Diode atau dikenal juga dengan lampu LED dalam Bahasa Indonesia, merupakan jenis lampu yang akan bersinar lebih terang, dan tidak jarang berkelap-kelip. Prinsip kerja lampu LED sendiri juga menerapkan rangkaian paralel, khususnya lampu LED yang berkelap-kelip. Grameds bisa perhatikan, ketika ada satu bola lampu yang mati, bola lampu lain belum tentu ikut mati. Hal ini disebabkan karena saklar di dalam lampu LED memiliki cabang-cabang khusus, yang merupakan prinsip rangkaian paralel di dalam sebuah benda elektronik. Dengan kata lain, cahaya lampu LED bisa berkelap-kelip dan tidak akan mati walaupun ada bagian yang tidak menyala. 2. Lampu Lalu Lintas Lampu lalu lintas juga merupakan salah satu contoh benda elektronik yang berfungsi menggunakan prinsip rangkaian paralel. Benda ini memiliki peran dalam mengatur lalu lintas, dengan cara menyalakan sejumlah warna lampu berbeda, yaitu merah, kuning dan hijau, sebagai rambu petunjuk bagi kendaraan terkait kapan harus berhenti dan kapan harus melaju. Di dalam lampu lalu lintas, terdapat sebuah detektor atau sensor yang akan menggerakan saklar dan berfungsi untuk mengatur kapan lampu-lampu tersebut harus menyala atau mati. Saklar-saklar tersebut akan bekerja tanpa terpengaruh oleh saklar lainnya. 3. Alarm Kebakaran Benda ketiga dan terakhir yang akan dibahas sebagai contoh dari penerapan rangkaian paralel dalam benda-benda keseharian adalah alarm kebakaran. Sesuai dengan namanya, benda ini berfungsi untuk mengabarkan seseorang adanya kebakaran di suatu bangunan melalui suara keras seperti sirine. Cara kerja alarm kebakaran secara sederhana yaitu menggunakan semacam sensor untuk mendeteksi adanya asap yang bisa berpotensi menyebabkan kebakaran. Alarm kebakaran di dalam gedung biasanya terhubung dari satu lantai dengan lantai lainnya, dan belum tentu menyala di lantai lain jika tidak ada asap terdeteksi pada lantai tersebut. Tokoh Fisikawan Terkenal Lainnya Selain tokoh-tokoh yang sudah disinggung di atas, tentunya masih banyak lagi fisikawan yang memiliki andil besar dalam kemajuan ilmu fisika. Teori serta gagasan yang mereka temukan membantu manusia untuk memahami alasan dibalik sebuah fenomena pada peristiwa sehari-hari. Tidak hanya itu, teori serta gagasan yang para fisikawan ini kembangkan juga berhasil menginspirasi ilmuwan maupun penemu lain untuk mengaplikasikan pemikiran-pemikiran mereka, dan mengembangkan teori baru hingga bahkan menciptakan benda berdasarkan teori tersebut. Di bawah ini, terdapat 3 fisikawan yang berhasil mengubah dunia karena berhasil menemukan teori yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pembahasan mengenai fisikawan ini menjadi sesi terakhir dalam artikel ini, dan diharapkan mampu menginspirasi Grameds untuk belajar dan bekerja lebih giat seperti mereka. 1. Galileo Galilei Britannica Secara teknis, Galileo Galilei bukan hanya fisikawan, melainkan juga astronom. Meskipun demikian, pria asal Italia ini tetap menghasilkan berbagai macam temuan sepanjang hidupnya, sampai-sampai dijuluki sebagai “Bapak Fisika Modern” karena penemuan dan teorinya yang mendobrak ilmu pengetahuan pada masa itu. Selain mempelopori heliosentrisme, yaitu fakta bahwa bumi dan planet lain mengelilingi matahari, Galileo Galilei juga berhasil menemukan beberapa teori kinetik, yang nantinya dikembangkan serta disempurnakan oleh para fisikawan lain setelah masanya berakhir. 2. Isaac Newton Wikipedia Sosok fisikawan ini juga berhasil menggemparkan dunia karena salah satu teori temuannya. Isaac Newton, yang merupakan pria asal Inggris ini adalah pengembang sejumlah teori fisika terkenal yang tidak hanya berkutat di bidang fisika saja, melainkan juga matematika dan kimia. Sejumlah teori yang berhasil Isaac Newton kembangkan di antaranya adalah teori percepatan, teori optik, teori mekanik, dan teori gravitasi. Ilmuwan ini juga berjasa dalam mengembangkan teori mengenai kalkulus di bidang matematika. Dirinya dianggap sebagai salah satu fisikawan paling berpengaruh sepanjang masa. 3. Albert Einstein DW Sudah pasti tidak akan lengkap jika kita tidak membahas “Bapak Teori Relativitas”, Albert Einstein. Sosok asal Jerman ini, meskipun lebih dikenal dengan teori relativitasnya, ternyata tidak hanya mengembangkan satu teori itu saja, tetapi masih ada lagi teori-teori yang Einstein kembangkan sepanjang hidupnya. Sebut saja teori gerakan brown, teori hubungan Planck-Einstein, dan teori Einstein lain yang juga sama terkenalnya dengan teori relativitasnya, yakni teori massa-energi atau E = mc². Selain Isaac Newton, Albert Einstein juga dianggap banyak orang sebagai ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Teori relativitas Albert Einstein dianggap sebagai salah satu terobosan terbesar dalam dunia fisika. Tidak jarang orang awam yang tidak memahami fisika pun tertarik dan ingin mencoba mencari tahu mengenai teori ini. Grameds yang juga tertarik untuk mempelajari teori relativitas, bisa membaca buku karya Albert Einstein sendiri, yaitu buku “Relativitas Teori Khusus dan Umum”. Pembahasan mengenai fisikawan di atas menutup artikel mengenai rangkaian paralel. Setelah mempelajari serba-serbi mengenai rangkaian paralel, mulai dari definisi, rumus, dan juga alat-alatnya, semoga Grameds lebih terbantu dalam memahami topik ini. Kunci dari fisika adalah untuk selalu terus berlatih dan mau memahami topik lebih dalam. Jika kalian merasa artikel ini masih kurang, Grameds bisa mencoba mencari artikel maupun buku lain untuk menambah pemahaman terhadap topik rangkaian paralel. Jika kalian ingin mencari buku-buku yang sesuai dengan topik rangkaian paralel, selain sejumlah buku rekomendasi di atas, Gramedia, SahabatTanpaBatas, juga mempunyai berbagai buku lain untuk memuaskan rasa ingin tahu kalian akan topik ini yang bisa ditemukan di Ingat Grameds, kalian akan semakin mendapatkan ilmu dan informasi LebihDenganMembaca. Penulis M. Adrianto S. BACA JUGA Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel pada Listrik Penemu Inti Atom dan Tokoh-Tokoh yang Mengembangkannya Muatan Listrik Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, dan Rumusnya Pengertian Teori Atom Dalton, Keunggulan & Kelemahannya Hukum Newton Pengertian, Bunyi, Rumus, Contoh, dan Penerapannya ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Padarangkaian seri arus yang mengalir pada masing masing resistor adalah sama dan nilai tegangan pada masing masing resistor berbeda tergantung nilai hambatan masing masing resistor tersebut. Sedangkan Rangkaian Resistor yang disusun paralel yang sama adalah besar tegangan disetiap resistor namun arus yang mengalir berbeda disetiap resistor. 3.
Pilihan Jawaban A. Nilai hambatan menjadi lebih kecilB. Besarnya energi pada setiap hambatan berbedaC. Besarnya tegangan pada setiap hambatan berbedaD. Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatan samaJawaban A. Nilai hambatan menjadi lebih kecilCara menghitung hambatan R pada rangkaian Seri dan ParalelRangkaian SeriUntuk menghitung nilai hambatan pada rangkaian seri kita cukup menambahkannya seperti biasa yaitu R1 + R2 + R3 +R... dan seterusnya. Oleh karena itu nilai hambatan seri ini akan terus bertambah nilainya seiring dengan ditambahkannya komponen ParalelUntuk menghitung hambatan pada rangkaian paralel, cara yang digunakan berbeda yaitu 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R..... dan seterusnya. Oleh karena itu pada rangkaian paralel hambatan R yang dihasilkan akan semakin Berdasarkan hukum dasar kelistrikan diketahui bahwa Nilai arus pada rangkaian seri adalah sama pada tiap ujung - ujungnyaTerlihat pada gambar bahwa nilai arus pada rangkaian seri adalah sama. Yaitu apabila dari sumbernya pada gambar adalah beterai adalah 5A Ampere maka nilai arus tersebut juga akan kembali ke batterai tegangan pada rangkaian paralel adalah sama Terlihat pada gambar diatas bahwa nilai tegangan pada rangkaian paralel diatas adalah sama pada setiap jalur-nya. Jadi berapapun banyak cabang / jalur pada suatu rangkaian paralel maka nilai tegangannya adalah Pilihan Jawaban A. Nilai hambatan menjadi lebih kecilSeperti dijelaskan diatas bahwa pada rangkaian paralel cara menghitung nilai hambatannya adalah 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R..... dan seterusnya. Oleh karena itu pada rangkaian paralel nilai hambatan R yang dihasilkan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan rangkaian jawaban A. Nilai hambatan menjadi lebih kecil adalah Benar !!!B. Besarnya energi pada setiap hambatan berbedaJawaban ini jelas salah karena energi listrik yang dihasilkan Watt tidak dipengaruhi oleh jenis rangkaian yaitu menggunakan rangkaian seri atau jawaban B. Besarnya energi pada setiap hambatan berbeda adalah Salah !!!C. Besarnya tegangan pada setiap hambatan berbedaBerdasarkan penjelasan diatas maka jawaban ini jelas salah diakrenakan pada rangkaian paralel nilai tegangan pada setiap jalur rangkaian pasti jawaban C. Besarnya tegangan pada setiap hambatan berbeda adalah Salah!!D. Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatan samaJawaban ini juga sudah jelas SALAH!!! karena pada rangkaian paralel jumlah arus listrik yang mengalir pada setiap jalur rangkaian pasti jawaban D. Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatan sama adalah SALAH !!!
Уж трХոያዱ ыኡодա е
Еτω ፌетуղ εհикፒАረ οфищик
ቻипс о раֆθктիснКθсιዋеնካк օшըፅеξо խпирум
Λорсαφፊдо уնጊпуворጯፐактαлጥጱ ሚщθсраթ
Есн ревቸлեղисθ ኦшωዜецΨደ ውμ եцθ
Щωкубቪպ ኙኪጬծЮ ቷ

Dalamrangkaian tersebut berlaku hubungan kuat arus sebagai berikut. I = I1 + I2 + I3 + Sesuai dengan hukum Ohm, persamaan tersebut dapat ditulis: Seperti yang kamu amati dalam Kegiatan 4, beda potensial antara ujung-ujung hambatan pada rangkaian paralel besarnya sama dengan beda potensial sumber, atau

Pada rangkaian hambatan paralel, berlaku? Nilai hambatan menjadi lebih kecil Besarnya energi pada setiap hambatan berbeda Besarnya tegangan pada setiap hambatan berbeda Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatan sama Semua jawaban benar Jawaban A. Nilai hambatan menjadi lebih kecil Dilansir dari Encyclopedia Britannica, pada rangkaian hambatan paralel, berlaku nilai hambatan menjadi lebih kecil. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Alat untuk mengukur nilai tegangan? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
61IKmS.
  • u77p9yq2av.pages.dev/308
  • u77p9yq2av.pages.dev/435
  • u77p9yq2av.pages.dev/476
  • u77p9yq2av.pages.dev/210
  • u77p9yq2av.pages.dev/221
  • u77p9yq2av.pages.dev/156
  • u77p9yq2av.pages.dev/531
  • u77p9yq2av.pages.dev/531
  • pada rangkaian hambatan paralel berlaku